Hasrat Hobby Makan seorang Bekasi-er Wannabe..
Posted by By wisnudewobrotodotcom at 31 March, at 01 : 32 AM Print
Kata teman-ku, aku “seorang Bekasi Wannabe” alias orang yang tinggal di Jakarta namun ngaku – ngaku dan belagak jadi orang Bekasi. Punya hobi sangat simple yang sebenarnya itu bukan kategori hobi karena pasti semua orang melakukannya setiap hari. Tidak usah panjang lebar, kalau hobiku itu MAKAN.. ya benar MAKAN… sehingga sekarang saya mempunyai restoran di Cikarang – Bekasi (www.samikuring.com) yang motivasinya ya karena suka makan..
Wisata Kuliner adalah wisata yang paling sering aku lakukan, sebut saja kota – kota di Indonesia yang pernah aku singgahi, Jakarta, Makasar, Palembang, sampai ke Barito Koala daerah pedalaman Kalimantan Selatan yang terkenal dengan Ketupat Kandangan-nya sudah aku singgahi. Kalau ke luar negeri? Apa lagi.. itu selalu aku targetkan tiap tahun (walaupun kadang tidak terealisasi) dengan tujuan ya… MAKAN… mencari makanan baru dan mencobanya.
Kadang aku merasa kalau aku belum bisa masuk sebagai seorang Bekasi Wannabe sejati. Walaupun aku sering pulang pergi bekasi – Jakarta untuk keperluan Bisnis dan mengajar di President University, aku jarang sekali mencoba makanan Bekasi… kadang untuk Makan di Bekasi aku lupakan dan selalu makan siang di restoranku sendiri dengan alasan waktu dan keterbatasanku akan jalan – jalan diBekasi.
Aku ingin berandai andai kalau aku memang benar – benar menjadi orang Bekasi.. Apa ya yang aku lakukan untuk menyalurkan hasrat hobby makan-ku.
Mulai dari bangun Pagi, mandi dan kemudian mari makan pagi. Paling enak pagi – pagi makan yang hangat tidak terlalu pedas, ada sedikit rasa manis, asin dan lembut .. bubur menurutku makanan pagi yang tepat. Kata orang – orang bubur di bekasi yang paling patut dicoba adalah Bubur Galaksi.
Bubur ayamnya hampir sama style-nya dengan bubur barito yaitu memakai topping cheese stick, tapi “taste”-nya beda dilidah. Buburnya agak kental dan tidak berkuah. Katanya disarankan bubur ayam ini kita makan pakai kuning telur ayam kampong (mentah), seperti bubur cikini langgananku, kuning telor mentah di taruh di dasar mangkok, kemudian diatasnya disiram dengan bubur yang masih panas. Cara seperti ini biasanya dilakukan untuk menciptakan rasa gurih yang khas pada bubur tersebut. “Dampak kerusakan” dari bubur galaksi katanya tidak terlalu mahal, hanya 6.000IDR – 10.000IDR tergantung toppingnya (usus ayam, ati ampela dll).
TKP Bubur Galaksi tepatnya aku juga tidak tahu, tapi ada yang bilang ancer ancernya Masuk perumahan Galaxi (dari arah kalimalang), terus aja sampai mentok. Nah setelah itu masuk ke parkiran ruko-ruko dan lokasi bubur ayam galaxi ini dekat studio musik 21
Kubayangkan memang pagi itu aku hanya akan pesan bubur galaksi setengah porsi, dengan maksud akan mencari santapan ringan setelahnya. Apa kira – kira ya makanan yang enak disantap sambil santai keliling kota bekasi?
Dengar – dengar, dodol bekasi dan akar kelapa termasuk makanan ringan khas Bekasi (khas Betawi yang diakui Bekasi atau Bekasi yang diakui Betawi, tidak penting… yang penting Enak!). Kalau dodol mungkin aku sudah pernah mencoba, tapi penasaran dengan dodol Bekasi yang katanya berbeda rasanya dengan dodol dari daerah asal lain. Anehnya ternyata makanan khas bekasi yang satu ini agak sulit ditelusuri, aku mencari informasi di mbah google dan bertanya teman yang mengaku orang bekasi (tdk berani disebutkan namanya, takut diprotes sesama orang bekasi) agak sulit menentukan dimana mendapatkan dodol bekasi yang enak. Salah satu artikel yang kubaca, ternyata dodol bekasi agak sulit ditemukan karena memang sangat istimewa, begitu istimewanya agak sulit untuk ditemukan. Menurut keterangan mas Vavai di blognya Dodol ini hanya muncul diwaktu tertentu, diantaranya waktu Lebaran atau saat ada hajatan (pernikahan, khitanan / sunatan) dan event khusus lainnya. Pada beberapa tempat, dodol Betawi disebut sebagai kue raja karena keistimewaan yang dimilikinya.
Pantas saja agak sulit menemukannya, hmm bagaimana dengan akar kelapa?. Terus terang, sangat buta aku akan akar kelapa? Makanan jenis apa ini sebenarnya? Bagaimana rasanya dan bagaimana bentuknya? Setelah ku cari tahu, ada sahabat blogger bekasi, lagi lagi Mas Vavai yang kelihatannya ahli kuliner Bekasi yang memberikan penjelasan tentang Kue akar kelapa yang sebagian orang Bekasi menyebutkan sebagai kue Procot. Bentuknya mirip dengan akar kelapa dan oleh karena itu dimanakan sesuai seperti bentuknya yaitu akar kelapa. Nah, kenapa sebutan kue procot itu hadir, ternyata karena pada saat kue itu digoreng, adonan itu di “procot”kan atau dikeluarkan lewat tabung yang telah dilubangi ujungnyal. “Ooooooo begitu”, begitu ekspresiku seraya bertanya dalam hati “Dinama ya belinya”.. mbah google juga sulit memberikan keterangan untuk pertanyaanku.
Hmm… kubayangkan kuurungkan saja niatku untuk mendapatkan dodol bekasi yang konon makanan raja dengan kue akar kelapa yang terbayang diotakku bagaimana cara membuatnya.. sekali lagi di PROCOT-kan! Tapi pikirku makanan ini bisa ditemukan di tempat tempat penjualan makanan khas daerah seperti layaknya di Jogja dengan pusat khas jajanan Jogja yang isinya Bakpia Pathok 25, 75 dan sebagainya.
Tidak terasa sudah 3 Jam berlalu setelah jalan – jalan melihat keindahan kota Bekasi yang dikenal kota “seribu mall” hehehe… (jangan tersinggung) karena memang itu ekspresi orang – orang Jakarta (pengalaman pribadi) setelah keluar tol bekasi barat yang disuguhi dengan Town-Mall (Komplek Per-Mall-an). Apa yang terjadi setelah itu, pastinya sebagai orang yang Hobby makan, masalah utama adalah “LAPAR”..
Nah inilah saat yang ditunggu tunggu, yaitu makan siang! Nah makan siang apa kita hari itu? Ada 2 pilihan siang itu, Gabus pucung yang merupakan makanan khas Betawi yang diakui oleh Bekasi (tanpa paten dan tanpa protes) atau Sop Janda yang sudah legend walau perlu jalan sedikit ke daerah cibitung.
Kembali lagi di Mbah google dan kembali merujuk ke tulisannya mas Vavai yang merekomendasikan warung tenda Bu Salbiah yang menyediakan Gabus Pucung. Hmmm… dapat dibayangkan pasti rasanya “Mak Jleng” (daripada Mak Nyus!..) karena warung makan Bu Salbiah bisa tutup sebelum malam karena sering habis dan tutup karena ramai. Warung ini berlokasi di dibawah rindang pohon disamping Masjid Al Muwahiddin, jalan Bunga Karang – Kartini Kota Bekasi. Memang sih, sebagai orang Bekasi Wannabe, saya pasti tidak tahu jalan itu, Namun jangan khawatir karena rekan GPS (Global Positioning System) siap membantu tanpa nyasar J..
Bagaimana kalau Sop Janda yang terkenal super pedasnya? Sop Janda yang sebenarnya sop Tulang daging sapi yang rasa benar benar dahsyat itu lokasinya agak tersembunyi. Saya pun bertanya tanya dan diberikan patokan yang penting masuk ke Kawasan Industri MM 2100 Cibitung dan bertanyalah disitu, karena dijamin semua orang disitu tau pasti lokasi Sop Janda.
Mau makan yang mana ni? Tiba tiba “Jreng”! aku baru tersadar kalau aku hanya berangan angan dan Hmmm… terlalu lama aku menulis keinginanku yang masih belum jelas kapan terlaksana, ternyata sudah jam 20:20 malam hari.. Perutku sudah mulai keroncongan… kupikir bodoh juga ya, dari tadi menghayal tidak jelas dan hanya melihat gambar – gambar makanan khas Bekasi di layar komputerku. Agar tetap menjadi khayalan, aku juga tidak akan menampilkan gambar – gambar makanan itu didalam tulisanku sehingga yang membaca tulisanku ini penasaran J….
Akhirnya!…. hmmm kembali ke dunia nyata bahwa aku hanya orang Bekasi Wannabe yang mau berangkat makan malam di Menteng (Wisata kuliner malam di Jakarta).
Beep… Shut Down…..
Related Posts
-
"Penyebar Virus Entrepreneur" - Think Without The Box... (Liputan Cikarang Pos)
~ Headline, Informasi, Intermezzo, Kliping Berita, My Journey
11 May, at 12 : 53 PM
-
Tetap Fokus pada Tujuan ... "Keep up the good work guys!"
~ Headline, Informasi, Intermezzo, My Journey, Tips
26 April, at 20 : 22 PM
-
Sharing lewat Twitter tentang fakta - fakta yang saya alami setelah lulus Kuliah..
~ Headline, Informasi, Intermezzo, Tips
12 March, at 15 : 14 PM
-
50 Quotes Terbaik untuk para mahasiswa yang siap untuk buat sejarah !
~ Headline, Informasi
13 February, at 12 : 31 PM
-
Tetap Semangat di Awal Minggu dengan Quote Pilihan.. Just 4 u!
~ Headline, Intermezzo, Tips
30 April, at 08 : 05 AM




Your student, 1 year ago
pernah denger pondok laguna ga? this’s seafood bistro. that’s my fav resto. with my family…hm, the architecture’s like home…very hommy…and diiringi musik sunda pisan euyy…but, i wann give Mr.Wisnu the recommended. Ada udang galah, gurame goreng kering mulai dari 0,7 ons smpe 2 ons ada (very recommended).
ada jg resto nuansa bali di jl.panglima polim 2, namanya ajengan (mungking udh terkenal), harga dari 20 – 50rb, cita rasa oke, authentic bali…menu rekomendasinya adalah…nasi campur bali (nasi bali + ayam sisit + sate + salad ala bali + telur berlumur kuah santan) hharga Rp 40rb saja.
demikianlah rekoomednsai saya (i’m a food lovers, lho!) Mr.wisnu…
regards, ur student…