Memastikan BMC (Business Model Canvas) anda sudah benar?

Pertanyaan yang muncul dari DM Instagram saya di @WisnuDewobroto

Selamat pagi pak, maaf mengganggu aktivitasnya, saya Alvin dari mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), ingin bertanya pak, untuk pembuatan BMC bagaimana kita mengetahui bahwa BMC yg telah kita buat telah baik, benar, dan bagus berdasarkan kriteria nggih? Sebelumnya saya sudah membuat BMC terkait produk yg akan kami kembangkan, akan tetapi saya blm mengerti bagaimana menilai BMC tersebut sudah layak dan mampu diterima oleh penilai pak.

Alvin – Undiksha

BMC (Business Model Canvas) menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berjalan. Sebagian besar entreprenuer biasanya sudah khatam untuk menggunakan BMC. Untuk yang belum tahu BMC silahkan googling saja, banyak sekali materi materi online yang tersedia. Atau yang paling bagus adalah baca bukunya Alexander Osterwalder yang berjudul Business Model Generation.

Untuk memastikan BMC sudah benar dan baik caranya mudah…

Pertama, BMC yang baik harus memenuhi 3 kriteria yaitu, Desirability, Feasibility dan Viability. Kalau digambarkan akan terlihat seperti gambar dibawah ini :

Gambar diatas ini saya ambil dari Isaac Jeffries yang menulis tentang hubungan design thinking dengan business model generation.

Desirability, yakinkan produk atau jasa (solusi) yang anda buat menggunakan BMC itu benar benar diinginkan masyarakat. Demandnya besar, potensi pasarnya juga sangat baik. Didalam BMC termasuk didalamnya Value Proposition, Customer Segment, Channel dan Customer Relationship.

Feasibility, yakinkan produk atau jasa yang anda buat menggunakan BMC itu benar benar secara teknis bisa dibuat atau dijalankan. Jika itu adalah inovasi produk, yakinkan teknologinya ada. Ditambah lagi, yakinkan resourcesnya juga ada. Didalam BMC termasuk didalamnya Value Proposition, Key Resources, Key Activites dan Key Partners.

Viability ini berkaitan dengan bisnis. Seberapa bisa bisnis yang ada petakan strateginya dalam BMC ini bisa benar benar sustain / berkelanjutan. Menguntungkan secara bisnis, dan juga bermanfaat buat masyarakat. Didalam BMC termasuk didalamnya, Cost Structure dan Revenue Stream.

Kedua, untuk meyakinkan semua elemen dalam BMC itu memenuhi kriteria Desirability, Feasibility dan Viability, lakukanlah VALIDASI. Sederhananya buatlah prototype atau MVP (Minimum Viable Product) dari bisnis anda kemudian lakukanlah validasi langsung ke customer atau calon customer dengan cara wawancara langsung, kemudian amati. Minta pendapat mereka, jangan lupa catat semua feedback mereka dan gunakan untuk perbaikan produk / prototype yang anda miliki.

Setelah itu, VALIDASI juga secara keuangan, buatlah proyeksi minimal 5 tahun kedepan. Lihat berapa produk / jasa yang harus terjual jika menginginkan keuntungan yang diharapkan . Hitung juga titik impas, profitability index , dan rasio rasio yang menunjukan bahwa bisnis anda ini dapat dikatakan layak secara keuangan jika dijalankan.

Proses diatas ini bisa digambarkan dengan gambar dibawah ini :

Gambar ini saya ambil dari Keith Pieper yang menjelaskan proses persiapan anda sebelum masuk ke market, salah satunya memvalidasi customer dan Business model anda.

Jika dalam hasil VALIDASI semua memenuhi ketiga kritera diatas, diyakinkan BMC anda sudah VALID dan benar. Apabila anda mau mengikuti event2 untuk mengajukan dana hibah usaha pemerintah dll, tinggal dilampirkan saja bukti bukti bahwa bisnis anda berjalan dengan bisnis model yang anda gunakan. Tampilkan foto foto penjualan, foto foto channel penjualan dan juga strategi customer relationship yang anda gunakan.

O iya untuk validasi bisnis, saya kebetulan punya video yang bisa anda lihat. silahkan….

semoga menjawab dan bermanfaat ya.

Terima kasih

Salam #KewirausahaanUntukSemua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: